Kegembiraan dan rasa sakit datang dan pergi, seperti musim — belajarlah menyambut keduanya dengan tenang yang sama.

Renungan
Frasa ini mengingatkan bahwa baik kegembiraan maupun rasa sakit tidak tinggal bersama kita selamanya dalam wujud yang sama. Bahkan perasaan yang paling terang pun seiring waktu menjadi lebih tenang, dan rasa sakit yang paling berat perlahan berubah bentuk. Tidak ada ketidakadilan di dalamnya — seperti itulah kehidupan manusia yang hidup. Ia bergerak, bernapas, berubah, bahkan ketika kita merasa seolah-olah terjebak di tempat yang sama.
Mungkin kartu ini datang hari ini karena di dalam dirimu ada kelelahan karena naik turun: kadang harapan mengangkatmu, lalu kecemasan kembali menekan hati. Seolah-olah kartu ini dengan lembut meletakkan tangan di bahumu dan berkata: kamu tidak perlu setiap kali melawan apa yang datang. Kamu tidak harus mengusir kesedihan, dan tidak perlu mencengkeram kegembiraan sampai jarimu sakit. Kamu boleh membiarkan perasaan menjadi tamu, dan dirimu tetap berada di rumah di dalam dirimu sendiri.
Menyambut semuanya dengan tenang bukan berarti menjadi dingin atau acuh. Itu berarti tidak hancur oleh rasa sakit dan tidak kehilangan dirimu dalam kegembiraan. Kegembiraan bisa dijalani dengan rasa syukur, tanpa takut bahwa ia akan berakhir. Rasa sakit bisa ditanggung dengan lembut, sambil mengingat bahwa ia bukan seluruh hidupmu, melainkan hanya salah satu musimnya.
Makna yang tenang dari kartu ini adalah untuk mengembalikan pegangan bagimu. Kamu lebih besar daripada apa yang сейчас kamu rasakan. Di dalam dirimu ada tempat yang dapat melewati hujan maupun hari yang cerah, tanpa mengkhianati dirinya sendiri. Dan mungkin, hari ini yang penting hanyalah bernapas sedikit lebih tenang dan mengingat: setiap musim berlalu, dan kamu tetap bersama dirimu sendiri.